instalasi


Anda punya spek komputer pas-pasan? Atau Anda ingin memaksimalkan kecanggihan spek komputer? Atau Anda seperti saya, tidak suka tampilan OS yang terlalu wah dan neko-neko dan lebih mementingkan fungsi? Inilah yang saya lakukan.

Gunakan versi server atau alternate untuk dasar instalasi Ubuntu. Bila menggunakan versi alternate jangan lupa pencet F4 untuk memilih command line install. Di sini saya tidak menggunakan display manager (gdm/kdm), nantinya untuk masuk ke desktop menggunakan perintah startx. Langkah-langkah berikutnya setelah selesai instalasi ubuntu kurang lebih:

1. Update repo + upgrade

sudo apt-get update

sudo apt-get upgrade

2. Install lxde-core (dan pendukungnya)

sudo aptitude install xorg lxde-core

3. Install sound

sudo aptitude install pulseaudio alsa-base alsa-oss

4. Install aplikasi sistem

- wicd (networking)

- gdebi (untuk menginstall file deb)

- synaptic (GUI untuk apt)

- file-roller + unrar (untuk kompresi file)

sudo aptitude install wicd gdebi synaptic file-roller unrar

5. Install aplikasi lainnya, ini pilihan saya:

- Office (Abiword, Gnumeric)

sudo aptitude install abiword gnumeric

- Multimedia (Totem)

sudo aptitude install totem gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-plugins-bad gstreamer0.10-plugins-ugly

- Internet Browser(Firefox, Google Chrome)

sudo aptitude install firefox

sudo aptitude install flashplugin-installer sun-java6-jre sun-java6-plugin

Google Chrome dapatkan versi deb di sini.

- Grafik (Gpicview, Gqview, GIMP)

sudo aptitude install gpicview gqview gimp

- Text Editor (Leafpad)

sudo aptitude install leafpad

5. Ada bug di pcmanfm (file explorer) yang mengakibatkan asosiasi file bermasalah, solusinya downgrade shared-mime-info ke versi jaunty.

Dan inilah tampilannya.

Karmic Minimalis

Barangkali lebih tepat kalau judulnya “Instal Ubuntu dari USB Flash” :D karena cara yang akan kita lakukan adalah dengan menginstal dari USB Flash, dengan kata lain kita akan membuat Ubuntu Live USB Flash. Kenapa USB Flash, karena kecepatan transfer data USB lebih cepat daripada piringan CD. Karena itu pula tips ini hanya bisa dilakukan pada komputer dengan motherboard yang support booting dari USB.

(more…)

Setelah cukup lama tersimpan di hardisk, baru sekarang saya punya kesempatan untuk mencoba Ubuntu 8.04 Hardy Heron di PC agak jadul Dell Optiplex GX620 P4 3G dengan tambahan wireless card Dlink DWA-510 dan monitor LCD Acer x173w.

Ubuntu LiveCD berjalan dengan baik, semua hardware dikenali. Resolusi yang saya dapat adalah 1440×900 yang merupakan resolusi yang sama yang dengan windows. Wireless network langsung terdeteksi, tinggal mengeset security key, network langsung connected.

(more…)

Kalau punya bandwidth berlebih, kita bisa membuat local repo di komputer kita. Saya membuatnya untuk PclinuxOS2007. Kenapa, karena reponya tidak terlalu besar (kurang lebih 15G-an) dan struktur foldernya hanya dibagi menjadi beberapa folder. Local repo ini sangat memudahkan kalau kita mesti menginstall komputer yang tidak mempunyai koneksi internet.

(more…)

Setelah seharian download melalui torrent, akhirnya saya berkesempatan juga upgrade Xubuntu Feisty ke Gutsy. Seperti biasa saya lebih suka fresh install menggunakan LiveCD.

Tahap pertama setelah backup secukupnya adalah menyiapkan partisi. Entah kenapa ada bug yang cukup mengganggu pada Partition Editor/Manager. Selalu crash setiap kali ia refresh setelah saya mengapply, meskipun pada dasarnya ia bekerja dengan baik. Mudah-mudahan proses intalasi berjalan dengan baik.

(more…)

Karena Thunar tidak mengakomodasi nework browsing maka perlu adanya tambahan aplikasi. Berikut langkah-langkah yang saya terapkan.

1) In XFCE’s Applications -> System -> Shared Folders. (This should trigger a Samba install if you don’t already have a share, and it should allow you to define the proper workgroup)

2) Install fusesmb in Synaptic (from Universe repository)

(more…)

Next Page »