Dari beberapa movie player yang saya coba Mplayer menurut saya paling stabil dalam “fast forward”, terutama untuk movie kualitas rendah. Namun saya seringkali menemui error berupa “Error opening/initializing the selected video_out(-vo) device” saat membuka media file. Setelah mencari-cari dari berbagai sumber ketemu juga solusinya:
September 2007
27 September 2007
Mplayer “Error opening/initializing the selected video_out(-vo) device”
Posted by admin under multimedia, ubuntu[2] Comments
26 September 2007
Medibuntu – Multimedia, Entertainment & Distractions In Ubuntu
Posted by admin under multimediaLeave a Comment
Medibuntu adalah package repo yang dipisahkan dari distribusi Ubuntu karena alasan legalitas. Sepertinya tidak terlalu banyak yang diambil dari sini, cukup w32codecs (non-native codecs) dan libdvdcss2 untuk memainkan dvd dan non-native media format.
Caranya tambahkan dulu Medibuntu repository package sbb:
sudo wget http://www.medibuntu.org/sources.list.d/feisty.list -O /etc/apt/sources.list.d/medibuntu.list
wget -q http://packages.medibuntu.org/medibuntu-key.gpg -O- | sudo apt-key add – && sudo apt-get update
Selanjutnya tinggal install codec yang diinginkan melalui synaptic.
9 September 2007
Karena Thunar tidak mengakomodasi nework browsing maka perlu adanya tambahan aplikasi. Berikut langkah-langkah yang saya terapkan.
1) In XFCE’s Applications -> System -> Shared Folders. (This should trigger a Samba install if you don’t already have a share, and it should allow you to define the proper workgroup)
2) Install fusesmb in Synaptic (from Universe repository)
9 September 2007
Saya mempunyai komputer lawas, ketika diinstall Ubuntu ternyata harapan saya agar komputer bisa lebih cepat ternyata sebaliknya.
Dari website Ubuntu saya ketahui ada satu keluarga Ubuntu yang didesain untuk komputer seperti kepunyaan saya ini. Akhirnya saya pun coba install Xubuntu.
9 September 2007
Ketika saat booting, pilihan untuk boot windows ternyata tidak berjalan dengan baik. Ada dua sebab, pertama booting mengarah ke partisi hardisk yang keliru. Kedua, windows memang tidak mengijinkan kita boot dari HD2. Ingat HD1 sudah kita set menjadi bukan HD utama, sehingga windows menganggap HD1 sebagai HD2.
Sebenarnya saya bisa saja boot windows dengan mengembalikan setingan BIOS ke awal, yaitu mengembalikan HD1 menjadi HD utama. Booting windows akan berjalan dengan baik karena saya tidak mengubah-ubah HD1 pada saat install Ubuntu. Tentunya cukup repot, makanya kita akan mengubah root partisi windows pada grub agar window bisa restart melalui pilihan menu grub.
9 September 2007
Saya mencoba install Ubuntu pada hardisk terpisah dengan windows. Pertama-tama pada BIOS saya set HD2 menjadi HD utama sehingga booting nanti akan mengarah ke HD2. Saya berharap HD1 yang berisi windows tidak terganggu. Tidak lupa saya set boot dari CD-ROM agar proses booting melalui LiveCD terlebih dulu.
Pada saat instalasi, satu hal yang harus dilakukan agar tidak menghapus windows MBR adalah menseting agar bootloader Ubuntu diletakkan di HD2. Caranya pada tampilan terakhir sebelum langkah install klik tombol ‘advance’, ganti (hd0) menjadi (hd1).